Sunday, August 28, 2011

PELUANG TENAGA KERJA SEKTOR FORMAL DI WILAYAH KERJA KJRI PENANG


Oleh : Moenir Arisoenanda *)


I. PERKEMBANGAN INDUSTRI MANUFAKTUR DI PENANG

Pembekuan status Penang sebagai pelabuhan bebas ( free port status ) awal tahun 1970 berdampak melonjaknya tingkat pengangguran secara drastis di Penang mencapai 16,4 pct. Sebagian besar potensi angkatan kerja muda lulusan sekolah-sekolah tinggi eksodus ke luar negeri diantaranya ke Singapura dan Eropa untuk mencari peluang kerja yang lebih baik. Untuk mengatasi tingginya tingkat pengangguran, Ketua Menteri Penang pada waktu itu Lim Chong Eu berkonsultasi dengan institusi-institusi federal dan institusi-institusi di negara bagian untuk mengajukan usulan pembentukan Zona Perdagangan Bebas ( Free Trade Zone ) di Penang.

Pemerintah Negeri Penang pada waktu itu melihat adanya potensi industri elektronik sebagai industri yang sangat strategis yang dapat menyerap secara lebih besar tenaga kerja semi-skilled yang jumlahnya cukup banyak di Penang. Free Trade Zone Act pada akhirnya disahkan bulan April 1971 dan yang pada awalnya dititik beratkan pada sektor industri manufaktur elektik dan elektronik ( E & E ) yang dipandang sebagai “ labour-intensive industries “. Sebagai tindak lanjut dari Free Trade Zone Act 1971 tersebut dibangun 2 kawasan Free Trade Zone/FTZ yaitu :

1. FTZ di Seberang Prai ( mainland ) khusus untuk industri berat ( heavy industry ),
2. FTZ di Bayan Baru khusus untuk industry ringan ( cleaner industry ).

Diawali dengan masuknya investasi oleh perusahaan Jepang Matsushita tahun 1972, Penang berkembang sebagai pusat manufaktur dengan mengalirnya lebih banyak lagi perusahaan-perusaan besar / MNC lainnya tidak saja dari Jepang namun dari beberapa kawasan lain seperti Eropa dan Amerika.

Pada awalnya hanya terdapat kurang lebih 30 MNC Jepang yang beroperasi di Penang dengan 400 ekspatriat. Setelah tiga puluh tahun kemudian, berkembang menjadi 120 MNC dengan 1670 ekspatriat beroperasi di Penang Industrial Zone. Penang dengan jumlah penduduk kurang dari 2 juta atau 6 pct penduduk Malaysia, berkembang menjadi pusat

industri manufaktur high-technology & high value added products dan dikenal sebagai “ Silicon Valley of the East “. Keberhasilan ini tentunya tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Malaysia dibawah PM Mahathir Muhammad pada waktu itu dengan “ Look East Policy “ nya.

Total komulatif manufacturing investment dalam periode 10 tahun sampai 1999 mencapai RM 20 billion dan total investasi antara tahun 2000 s/d 2007 mencapai RM 30 billion. Tahun 2008 Penang telah berhasil mencapai puncak tertinggi dalam perolehan investasi bidang manufaktur diurutan ke-4 setelah Sarawak, Selangor dan Johor dengan jumlah RM 10,16 billion. Penang telah dijadikan sebagai platform eksport produk-produk MNC besar dan menjual produk-produk high-tech nya ke negara asal atau negara ketiga.

Diantara sepuluh besar investor asing di Penang untuk periode 2005 s/d 2007 menurut data dari Invest Penang berasal dari :

1. USA : RM 3.691.587.945
2. German : RM 2.064.345.284
3. Japan : RM 1.132.890.308
4. Taiwan : RM 300.017.036
5. Netherlands : RM 268.668.146
6. Singapore : RM 200.093.446
7. Bermuda : RM 81.713.945
8. Korea Selatan : RM 64.876.520
9. France : RM 51.354.568
10. Denmark : RM 28.113.000

Beberapa faktor-faktor yang menarik MNC beroperasi di Penang antara lain :

1. Tersedianya infrastruktur industri yang memadai yaitu 2 free trade zone ( Seberang Prai Industrial Zone dan Bayan Baru Industrian Zone ), 1 industrial park ( Kulim Industrial Park ) dan 1 komplek industri di Sungai Petani ( Kedah ).

2. Penang dapat menyediakan tenaga ahli dengan upah yang kompetitif.

3. Penang sebagai logistic hub dengan fasilitas pelabuhan laut dan pelabuhan udara yang bertaraf internasional,

4. Sarana transportasi yang memadai,

5. Penang telah menjadi tempat tujuan terfavorit di Asia Tenggara bagi para ekspatriat dari Eropa & Amerika,

6. Kelengkapan fasilitas penunjang disekitar FTZ seperti fasilitas perumahan/property yang memadai, pertokoan, sekolah, gudang, tempat ibadah dsb,

7. George Town sebagai kota internasional,

8. Fasilitas perbankan berstandar internasional,

9. Fasilitas hiburan / entertainment.

10. Fasilitas kesehatan

Perusahaan-perusahaan asing/MNC yang pertama beroperasi di Penang ( MNC Pioneers ) :

- AMD,
- Osram,
- Intel,
- Clarion,
- Agilent Technologies,
- Bosch,
- Fairchild,
- Renesas.

Perusahaan MNC besar lainnya :

- Mini Circuit,
- Flextronics,
- Dell,
- Avago,
- B Braun,
- Motorolla,
- Sony,
- Ase,
- Western Digital,
- IDT,
- Plexus,
- Toray,
- Stec,
- Matel,
- Linear,
- Banchmark,
- Spansion.



II. PELUANG TENAGA KERJA FORMAL DI SEKTOR MANUFAKTUR

Di Penang saat ini terdapat kurang lebih 160 MNC dan perusahaan-perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang elektrik & elektronik ( E & E ) dan 20 diantaranya MNC bidang R & D produk E & E. Sektor manufaktur yang berkembang pesat di Penang telah menjadi “ engine of growth “ pertumbuhan ekonomi Penang. Sejak tahun 1990-an Penang telah dapat mencapai tingkatan pengangguran yang relatif sangat kecil kurang dari 1 pct dan bahkan berhasil mencapai “full employment”.

Mengingat jumlah penduduk Penang yang relatif kecil kurang dari 2 juta atau 6 pct dari jumlah penduduk Malaysia, maka untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja formal di sektor manufaktur, didatangkan dari negara-negara tetangga terdekat antara lain Indonesia, Bangladesh, India, Myanmmar, Vietnam, Nepal dan Philipina. Disamping itu, tenaga kerja tempatan pada tingkatan semi-skilled kurang berminat untuk bekerja di pabrik-pabrik, sehingga sebagian besar tenaga kerja di sektor ini diisi oleh tenaga kerja asing dan khususnya dari Indonesia.

Berikut MNC yang mempekerjakan Tenaga Kerja Indonesia sektor formal baik melalui mekanisme rekruitmen langsung maupun tidak langsung ( outsourcing ) – data 2008 - 2009 :

Direct Recruitment :

1. Sony : 1055
2. Renessas : 97
3. Minnebea : 210
4. Sanyo : 210
5. Ase : 50

Indirect Recruitment / Outsourcing :

1. Dell : 505
2. Osram : 360
3. Kontron : 419
4. Venture : 150
5. Sony : 150
6. Sharp : 380
7. Benchmark : 80
8. Flextronics : 300
9. Plexus : 550
10. Renessas : 50
11. Robert Bosch : 200
12. Fairchild : 80
13. Osram : 40

Para agen pengerah tenaga kerja di Penang pada awalnya lebih banyak melakukan rekruitmen secara langsung ke beberapa MNC baik di Penang, Kulim dan Sungai Petani, namun dalam perkembangannya lebih lanjut para agen-agen pengerah tenaga kerja beralih dan lebih favorable kepada rekruitmen secara tidak langsung/outsourcing. Hal ini sebagai akibat pengaruh krisis keuangan global awal tahun 2009, dimana sebagian besar MNC yang mengalami kelambanan dalam proses produksi sehubungan dengan berkurangnya pasar di Eropa dan Amerika, terpaksa memulangkan para tenaga kerjanya.

Berikut beberapa nama perusahaan pengerah tenaga kerja sektor formal yang selama ini melakukan kegiatan rekruitmen baik langsung maupun tidak langsung ke MNC di Penang antara lain:

Penang - based companies / agents :

1. IM Orientation Academy
2. IRC Global Search
3. Juta Mahamega
4. Magnificent Emblem
5. Neo Giant
6. Niat Murni
7. Agenda Ceria
11. Smart Work
12. Priston Consultancy
13. Teguh Sarjana Bumi

Non Penang based companies / agents :

1. Alpha Neptune - Selangor
2. Globustar & Globustar Partners - Putra Jaya
3. GMP Kaisar Services - KL
4. GPGC Resources - Perak
5. JR Joint Resources Holdings - KL
6. Locfor-Hr-Consultancy - Selangor
7. Midas Sejati - Melaka
8. Pancarona - KL
9. Right Pristine - KL
10. Sepang Nusa - KL
11. Seri Antanum -
12. Sumbawa Makmur - Selangor
13. Uniquip - KL
14. Wise Force - Selangor
15. Arshoba Corp - KL
16. Evergreen Reliance - Selangor
17. Foshwa - KL
18. Ganda Imeg -
19. Global Partners - KL
20. L & P Development - Perak
21. Menara Kekal -
22. My Empire - Sabah
23. Ten Nac - KL

Awal tahun 2009 Penang dan juga Malaysia pada umumnya mulai merasakan dampak daripada krisis keuangan global. Sampai bulan Juni 2009 jumlah investasi yang masuk hanya mencapai 22 pct dari jumlah keseluruhan investasi tahun 2008. Beberapa MNC bahkan mulai melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja-nya sehubungan dengan menurunnya proses produksi dan permintaan pasar di Amerika dan Eropa.

Sebelum terjadinya krisis keuangan global, tahun 2008 tercatat jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sektor manufaktur berkisar : 9865 orang dan setelah terjadinya krisis jumlah TKI Formal di sector manufaktur berkurang menjadi 7884 orang. Demikian halnya permohonan job order untuk tahun 2008 sebanyak 5844 TKI dan untuk tahun 2009 berkurang menjadi 2932 TKI.

Pada kwartal ketiga tahun 2009 beberapa perusahaan sudah mulai menunjukkan pemulihan proses produksinya dan mulai kembali melakukan rekruitmen tenaga kerja baik secara langsung maupun melalui perusahaan outsourcing. Terbukti dengan meningkatnya jumlah permintaan job order oleh perusahaan-perusahaan pengerah tenaga kerja untuk mendatangkan TKI formal dari Indonesia.

III. PELUANG KERJA SEKTOR NON MANUFAKTUR

Industri Garmen / Tekstil

Terdapat 3 perusahaan besar di wilayah kerja KJRI Penang yang mempekerjakan sejumlah besar TKI sektor formal, yaitu :

1. Pan Apparel - kurang lebih antara 600-700 TKI Formal
2. Pen Fabric, dan - kurang lebih antara 150-200 TKI Formal
3. Body Fashion di Kedah - kurang lebih antara 200-300 TKI Formal

Sebagian besar produk pakaian jadi dari ketiga perusahaan tersebut untuk tujuan ekspor, sehingga dengan terjadinya krisis keuangan global proses produksi juga mengalami penurunan. Menurut catatan job order yang diajukan ke KJRI Penang oleh ketiga perusahaan tersebut tahun 2009 hanya untuk penambahan beberapa tenaga kerja, yaitu : Pan Apparel ( 20 TKI ), Body Fashion ( 200 TKI ) dan Pen Fabric ( 20 TKI ).

Industri Sarung Tangan dan Plastik

Data yang ada di KJRI Penang mencatat 2 perusahaan di Penang yang bergerak di bidang industri sarung tangan dan plastik yang mempekerjakan tenaga kerja Indonesia yaitu :

1. Mapa Glove,
2. Guppy Plastic Industry.

Kedua perusahaan tersebut mempekerjakan tenaga kerja Indonesia kurang lebih 300 TKI.

Pariwisata/Perhotelan

Penang dan Langkawi sebagai tempat tujuan wisata terkemuka baik untuk turis domestik maupun mancanegara memerlukan tenaga kerja trampil di bidang perhotelah khususnya untuk food & beverage dan spa. Kurang lebih 20.000 wisatawan berkunjung ke Penang setiap harinya. Terdapat 40 hotel berbintang di Penang ( 25 hotel kota dan 15 hotel di pinggir pantai ) dengan kapasitas 14.000 kamar tersedia yang rata-rata memiliki tingkat okupansi antara 70-80 pct. Tenaga kerja Indonesia yang bekerja di hotel-hotel di wilayah akreditasi KJRI Penang tidak begitu banyak dan dalam tahun 2009 tercatat sejumlah 56 pekerja bekerja di beberapa hotel & resort antara lain :

1. Starcity, Kedah
2. Darul Aman Country Club, Kedah
3. Teluk Datai Resort, Langkawi
4. Tanjung Rhu Resort, Langkawi

Hotel-hotel berbintang di Penang setiap tahunnya kurang lebih 240 orang tenaga praktek kerja industri dari Sekolah Menengah Perhotelan di Indonesia melaksanakan kerja praktek/magang selama 3-6 bulan di beberapa hotel antara lain :

1. Hotel Golden Sands,
2. Shangri-la Rasa Sayang,
3. City Baview, Holiday Inn,
4. Park Royal.

Perkebunan

Saat ini terdapat kurang lebih 408 TKI formal bekerja pada sektor perkebunan dan ladang di Semenanjung Utara Malaysia. Perusahaan-perusahaan perkebunan yang mempekerjakan TKI antara lain :

1. Zue Heng Farming Sdn Bhd, Penang,
2. Agritech Enterprise,
3. Mutiara Sinar Plantation,
4. LKY Plantation Sdn Bhd, Kedah,
5. GRGV Enterprise, Kedah,
6. Kumpulan Ladang-Ladang Kedah,
7. Perkumpulan Ladang-Ladang Perlis.

Konstruksi

Tercatat sebanyak 4.433 TKI formal bekerja di sektor konstruksi di wilayah kerja KJRI Penang. Awal tahun 2010 ini ada beberapa perusahaan konstruksi di Penang yang mengajukan permohonan job order ke Fungsi Konsuler KJRI Penang yaitu :

1. Lean Yee Builder - 80 TKI
2. Champ Steel - 5 TKI
3. Pembinaan Perintis - 80 TKI

Industri Perkapalan

Penang Bousted Shipping Company mempekerjakan kurang lebih 20 tenaga ahli dari Indonesia yang sebagian besar direkruit dari para mantan pekerja PT PAL

Restauran

Penang telah sejak lama dikenal sebagai “ Malaysia’s Gastronomic Capital “ dengan para pedagang jalanan ( hawkers ). Beberapa makanan khas Penang yang sangat dikenal antara lain : char koay teow, nasi kandar, laksa dsb. Penang dipandang cukup menarik bagi para wisatawan yang ingin menikmati kuliner, sehingga Penang telah menjadi salah satu tujuan wisata kuliner ( a culinary destination ). Industri restauran di Penang berkembang seiring berkembangnya sektor pariwisata.

Restauran yang berkembang di Penang dan banyak memerlukan tenaga kerja, 20 – 40 pct diantaranya tenaga kerja asing adalah restaurant nasi kandar yang diperkirakan memiliki peluang kerja lebih dari 25.000 job vacancies. Beberapa restauran nasi kandar terkemuka di Penang yang mempekerjakan tenaga kerja Indonesia antara lain :

1. Nashmir - 35 TKI,
2. Zamrud - 20 TKI,
3. Pelita Samudera - 50 TKI.

IV. POTENSI KEBUTUHAN TENAGA KERJA FORMAL DI PENANG

Industri Manufaktur

Ketua Menteri Penang Lim Guan Eng bertekad untuk mempertahankan Penang sebagai salah satu destinasi di kawasan ASEAN untuk industri manufaktur E & E. Dengan demikian peluang kerja bagi tenaga kerja sektor formal di industri ini akan tetap diperlukan, mengingat keterbatasan Penang untuk men-supply sendiri tenaga kerja bidang manufaktur tersebut. Sampai 11 Maret 2010 sebanyak 98.916 pekerja asing masuk Malaysia dan jumal tertinggi sektor manufaktur E & E sebanyak 54.844 pekerja. Penang sejauh ini masih dipandang sebagai a low cost assembly centre untuk a high-tech, high value added design dan manufacturing hub. Para pekerja tempatan menurut pengamatan selama ini kurang tertarik untuk bekerja di pabrik-pabrik.

Diversifikasi Industri

Selain industri manufaktur E & E, belajar dari peristiwa krisis keuangan global, Pemerintah Penang mulai melakukan diversifikasi tidak saja terfokus pada sektor industri manufaktur, namun akan mentargetkan pada sektor-sektor antara lain : sektor industri ( display technology, halal food industry, biotechnology, software development, green technology), sektor jasa ( healthcare, international education, international procurement center, regional distribution center, hospitality, tourism, MICE, Malaysian My Second Home ( MM2H – UK, Jepang, Korea Selatan, Taiwn, India, China), logistics, proffessional services.

Dari sejumlah sektor tersebut diatas, dipastikan terdapat peluang tenaga kerja asing termasuk TKI formal untuk bekerja di sektor-sektor tersebut. Yang jelas untuk healthcare dan hospitality sampai sejauh ini masih tertutup untuk tenaga kerja dari negara lain.

Peluang Kerja versi MIDA

Berikut data dari MIDA ( Malaysian Industrial Development Authority ) beberapa proyek investasi di Penang yang telah berhasil menciptakan peluang kerja selama tahun 2009 walaupun dalam skala yang relatif kecil :

1. Medical devices - 339 lapangan kerja,
2. Light emitting diodes - 238 lapangan kerja
3. Integrated circuits - 275 lapangan kerja
4. Biopharmaceuticals - 131 lapangan kerja
5. Food & beverages - 267 lapangan kerja
6. Paper products - 181 lapangan kerja
7. Machine parts - 223 lapangan kerja
8. Electrical producs - 325 lapangan kerja
9. Equipment parts - 104 lapangan kerja
10. Ball pens - 35 lapangan kerja
11. Security system - 34 lapangan kerja
12. Furniture - 80 lapangan kerja
13. Polymers/plastics - 43 lapangan kerja
14. Cable parts - 28 lapangan kerja
15. Electronic toys - 161 lapangan kerja
16. Jewelry - 143 lapangan kerja
17. Industrial waste management - 13 lapangan kerja
18. Footwear - 77 lapangan kerja
19. Printed circuit boards - 74 lapangan kerja
20. Lenses/optics - 41 lapangan kerja
21. Chemical products - 18 lapangan kerja

MIDA tidak memerinci lebih jauh apakah peluang kerja diatas tersebut diisi seluruhnya oleh para pekerja tempatan ataukah juga terdapat pekerja asing ? Diperkirakan jika momentum pemulihan ekonomi tetap berlangsung dengan baik, maka peluang kerja untuk tenaga kerja asing termasuk TKI terbuka kemungkinannya.

Proyek-proyek Koridor Ekonomi Utara

Sejumlah RM 41,2 juta dana proyek untuk pembangunan Northern Corridor Economic Regions yang mencakup Perak, Penang, Kedah dan Perlis. Proyek-proyek tersebut akan mencakup bidang-bidang :

1. Pertanian,
2. Konstruksi,
3. Tourism,
4. Mekanik,
5. Engeeners,
6. Craft,
7. Spa Industry,
8. Juru Rawat.

Diprediksi proyek ini akan dapat menciptakan peluang tenaga kerja yang cukup besar ( kurang lebih 6 ribu peluang kerja ) tidak saja untuk pekerja dari dalam negeri Malaysia, namun kemungkinan juga bagi tenaga kerja formal dari negara tetangga termasuk dari Indonesia.


Penang, 7 April 2010


No comments:

Post a Comment

Post a Comment