Tuesday, January 12, 2010

ALL ABOUT TKI


1. Bekerja di luar negeri tidak selalu membuahkan hasil seperti yang diinginkan. Banyak yang berhasil tetapi tidak sedikit yang mengalami nasib kurang beruntung. Masalah TKI jelas berawal dari Indonesia seperti nasih adanya pihak yang sanggup menipu calon pekerja dan mengirim TKI tanpa job order. Selain itu, banyak WNI yang dating bekerja ke Malaysia dengan visa turis. Masalah yang banyak dihadapi adalah tindakan eksploitasi seperti :

- Ketentuan kerja dan gaji yang tidak sesuai dengan kontrak,
- Bahkan ada yang tidak dibayar gaji,
- Penganiayaan oleh majikan,
- Tidak ada kebebasan beribadah,
- Dipaksa mengurus anjing peliharaan,
- Memasak daging babi,
- Seharusnya pekerja muslim ditempatkan di majikan muslim.

2. Masalah TKI di Malaysia meningkat karena adanya kerjasama antar calo di Indonesia dan Malaysia dan sering kali tidak mengikuti ketentuan yang berlaku. Sesuai ketentuan hukum Malaysia, majikan nakal turut dikenakan sanksi. Bagi majikan yang tidak membayar gaji akan diadili di Mahkamah Buruh, sementara majikan yang melakukan kekerasan diadili di Mahkamah Sivil.

3. Pemulangan TKI Bermasalah merupakan salah satu bentuk kepedulian KJRI dan sebagai upaya memperjuangkan hak mereka. Proses pemulangan TKI bermasalah dilakukan bekerjasama dengan Polisi dan Imigrasi Malaysia untuk memperoleh Check Out Memo.

4. Menteri Hal Ehwal Dalam Negeri Datuk Tan Chai Ho : Jumlah pekerja asing di Malaysia 1.869.209 orang, 310.661 atau 16,6 pct sebagai PRT sector informal. Dari jumlah 310.661 tersebut 294.115 atau 94,8 pct berasal dari Indonesia. Sebanyak 345 agen pekerja di Malaysia terlibat. Datuk Tan lebih lanjut sarankan untuk mencari alternative pekerja informal dari Thailand, China, Kamboja, India and Uzbekistan.. Menurut Datuk, PRT Indonesia kini lebih suka bekerja di Timur Tengah, Taiwan dan Hong Kong karena pendapatan lebih besar. Di Malaysia PRT hanya dapat RM 450 sd RM 600. Di negara lain mereka mendapatkan lebih dari RM 1000.

5. Menurut Kementerian Hal Ehwal Dalam Negeri, jumlah RELA ( Ikatan Relawan Rakyat ) akan ditambah 50.000 di penghujung tahun 2007. Anggota RELA kini kira-kira mencapai 475.000.

6. Agen Pekerja Malaysia seringkali menipu dan tidak jujur thd pelanggan untuk memperoleh keuntungan. Penipuan soal umur PRT, biodata tidak tepat seperti yang dikehendaki. Ada PRT yang mengalami kejutan budaya.

Datuk Raja Zulkepley Dahalan, Ketua Malaysian Association of Foreign House Maids Agencies ( Papa ) said that the inflow of Indonesian maids has dropped by 45 pct.

7. TKI Informal atau Pembantu Rumah Tangga yang bekerja di wilayah akreditasi Penang dan sekitarnya khususnya yang tidak bermasalah jumlahnya relatif masih besar. Ini terbukti dengan pembaharuan permohonan SPRI di KJRI Penang. Berdasarkan data keseluruhan mulai bulan April 2006 s/d April 2007 dapat diasumsikan bahwa TKI Informal/Pembantu Rumah Tangga yang datang ke KJRI Penang untuk memperbarui paspor pada umumnya telah bekerja di Malaysia selama minimal 2 tahun dan pihak majikan masih ingin mempekerjakan sehingga tempo maksimal yaitu 2 tahun + 1 tahun. Apabila hal tersebut dikategorikan sebagai keberhasilan maka didapati bahwa persentase keberhasilan dan kegagalan (dipulangkan dengan berbagai alasan) adalah 88,11 % berbanding 11,89 %. Mencermati berita di beberapa media Malaysia yang mengatakan bahwa jumlah Pembantu Rumah Tangga asal Indonesia paling banyak lari dari majikan dibandingkan dengan Pembantu Rumah Tangga dari Negara lain perlu dicermati lebih lanjut mengingat bahwa dasar perhitungan besarnya jumlah Pembantu Rumah Tangga yang melarikan diri dari majikan haruslah berdasarkan jumlah keseluruhan Pembantu Rumah dari masing-masing Negara tersebut.TKI informal masih diminati oleh masyarakat/majikan Malaysia ( khususnya di wilayah akreditasi Penang, Kedah dan Perlis) dengan pertimbangan beberapa fakta antara lain :

- Rumpun bahasa yang tidak terlalu berbeda,
- Rumpun budaya dan asal usul sejarah nenek moyang,
- Pada umumnya pembantu rumah tangga asal Indonesia sangat jarang membantah/penurut.

Pernyataan Dirjen Imigrasi Malaysia Datuk Ishak Mohamed yang menyatakan bahwa sistem perekruitan pekerja asal Indonesia masih lemah, perlu ditanggapi secara positif melalui pembenahan sehingga diharapkan di masa mendatang bila Pemerintah Pusat cq Departemen Tenaga Kerja akan mengirimkan Pembantu Rumah Tangga haruslah yang lebih professional, sehingga dapat mengeliminir jumlah TKI yang lari sebagaimana diberitakan dalam surat kabar Malaysia pada akhir-akhir ini.


7. Tgl 23 Mei 2007 di Harian Star Datuk menyatakan “ the reason most maids run away from their employers is due to mistreatment “. Kritik thd pernyataan ini : swallowness of thought and how blinded he is by the exorbitant prices agents are charging for foreign maids and the profits they reaping from desperate families, and the though of a syndicate recyling these maids. All the families expect of them is to keep the house clean, make sure there is food on the table for children during meal times and clean clothes for the children wear, and to play with the children during play time. That are all called mistreatment ? According to Pikaps ( Association of Private Employment Agencies : 99 pct of these maids already have boyfriends even before they come to Malaysia.

8. Import of Indian labourers into Malaysia has been going on for the past 100 years and there are now about 180.000 Indian workers. Many foreign workers mostly of Indian origin, have made police reports alleging ill-treatment by their employers. Some say that they have been treated like slaves, not provided basic facilities, not paid salaries and suffered physical abuse. Some of these workers are unable to work in other places as the employers hold their passport and work permits. YSS ( Yayasan Strategik Sosial ) di KL.

9. The Employment Act 1955 will be strengthened with a provision to prevent sexual harassement against women at workplace. According to Datuk Seri Dr.Fong Chan Onn, the provisions are not that effective since they are merely guidelines for employers. The court should take action.

10. Last year 2006, a total of 1.869.209 work permit were issued for foreign workers. The manufacturing sector has the highest number of totaling 646.412. The manufacturing sector should look towards automation to increase its productivity and take advantage of Soft Loan Scheme for Automation and Modernisation under the Ninth Malaysia Plan. Gov called on employers to create a more condusive working environment, more flexible entry requirement and better remuneration package to attract the local workforce. Malaysia doesn’t have enough skilled locals to meet the demand especially in the fields of research and development and bio-technology.

11. Pem.Malaysia akan wajibkan majikan yg mempekerjakan PRT asing perlu membayar assuransi sebesar antara RM 75 dan RM 50 setahun sewaktu membayar levi di Jabatan Imigresen. Asuransi utk melindungi kematian, kecelakaan kerja dan biaya rumah sakit. This compulsory insurance for maids would be RM 80 to cover situation such as death, accidents and hospotalisation. According to Home Affairs Minister Datuk Seri Radzi Sheikh Ahmad, he want the maids to works in peace, knowing that they will be protected if anything bad happens. Radzi assured tthat any RELA officer caught violating procedure would be punished. Indonesians were not being singled out in operations to detain illegal immigrants.

No comments:

Post a Comment